Tampilkan postingan dengan label tukang kayu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tukang kayu. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Agustus 2012

Tips Finishing Material Kayu


Rumah tinggal pada umumnya memiliki bagian-bagian dari kayu, antara lain kusen, daun pintu, daun jendela, railing tangga dan lain-lain. Pada beberapa bagian ini kadang ingin ditampilkan karakter bahannya yaitu kayu, sehingga diperlukan finishing khusus.
Mengenal bahan finishing dengan berbagai hasil akhir, ternyata cukup penting untuk diketahui para pemilik rumah maupun mereka yang sedang membangun.
Pada dasarnya pekerjaan finishing adalah pekerjaan yang memerlukan ketelitian dan kecermatan dalam memilih bahan, dan umumnya pada sebuah rumah yang mencapai tahap finishing akan membutuhkan biaya yang cukup besar dibandingkan dengan tahap pekerjaan konstruksi. Namun pada tahap inilah sebuah rumah akan menampilkan bentuk akhirnya dan citra pekerjaan secara keseluruhan.
Khusus finishing terhadap bahan kayu, dapat diselesaikan dalam berbagai bentuk, antara lain dengan cat, politur, melamik dan duco.
CAT
Penggunaan cat umumnya lebih banyak dipakai pada rumah tinggal karena selain bahan bakunya relatif murah, cat dapat melindungi kayu lebih lama dan dapat tampil dalam berbagai macam warna pilihan. Kayu yang di-finish dengan cat, umumnya adalah kayu kelas dua dan kelas tiga seperti kamper, borneo, kruing, damar laut dan lainnya yang tidak terlalu baik penampilannya karena seratnya agak kasar dan kurang tahan terhadap cuaca/pemakaian.
 
POLITUR
Bahan dasar politur umumnya adalah zat pewarna, zat pelindung dan resin sebagai media. Dengan bahan ini kayu akan tampil dengan karakter aslinya yaitu serat dan warna alami. Bahan politur umumnya digunakan pada kayu kelas satu seperti kayu jati, sonokeling dan eboni. Perlindungan politur dibandingkan cat agak berbeda, karena politur tidak tahan terhadap cuaca, terutama panas dan basah yang langsung mengenai permukaannya. Namun, karena umumnya kayu yang di-finish dengan politur adalah kayu kelas satu maka serangan rayap agak berkurang.
 

MELAMIK
Bahan finishing ini umumnya digunakan untuk furnitur, karena sifat bahan finishing ini memang lebih sensitif dibandingkan bahan politur. Yang sering menjadi bahan pertimbangan adalah harganya yang relatif mahal.
Bahan kayu yang di-finish dengan melamik adalah yang bertekstur halus dan cantik. Kayu jati, mahoni, sungkai, ramin, atau sonokeling. Jenis kayu tersebut biasanya digunakan pada bagian rumah yang non-struktural dan menjadi bagian dari interior rumah seperti lantai, partisi, dinding ornamen, daun pintu dan railing tangga. Melamik boleh dikatakan sangat lemah terhadap goresan dan cuaca seperti halnya politur, namun penampilan melamik yang menonjolkan karakter kayu dalam warna tua atau warna muda ditambah lapisan akhir yang dof atau mengkilap ternyata menjadi daya tarik tersendiri.
 
 
DUCO
Seperti halnya melamik maka duco adalah juga finishing yang umumnya dijumpai pada furnitur atau perlengkapan lain yang terbuat dari metal, bahkan duco juga dipakai sebagai finishing untuk kendaraan.
Konsekuensi dari pemakaian duco pada bahan kayu ialah pada tahap pengerjaan bahan kayu tersebut yang harus “berkenalan dengan air”. Berbeda dengan cat yang hanya menggunakan pelapis dasar seperti cat meni, maka duko harus dilapis dengan bahan dasar pelapis sejenis dempul dan epoxy. Pelapisan cat duco dari jenis cat yang khusus harus menggunakan sprayer, sehingga kualitas akhirnya akan tampil lebih prima. Menggunakan duco untuk kusen dan daun pintu akan lebih baik dibandingkan dengan menggunakan cat. Disamping menutupi serat kayu, duco juga akan menghilangkan jejak karakter dari jenis kayu yang dipakai.
Jadi, menggunakan kayu kelas apapun bila di-finish dengan duco akan tampil sama baiknya dengan kayu berkelas

Meredam Panas dan suara bising pada ATAP SENG

Atap seng mempunyai kelemahan,yaitu tidak dapat meredam panas dan suara bising ketika turun hujan.Untuk mengatasinya beri lapisan gabus (styrofoam) di bawah lapisa seng tersebut,sehingga posisi gabus terletak di dalam ruangan . Adanya styrofoam hawa panas yang masuk dapat berkurang.Demikian juga suara hujan yang mengenai atap seng dapat diredam kebisingannya

Kerusakan yang biasa terjadi pada ATAP dan solusinya


Atap Bocor genteng bergeser

Disebabkan oleh angin besar atau kesalahan pada waktu menginjak dapat menyebabkan genteng bergeser.

sehingga membuat celah antar genteng dapat menimbulkan bocor.

Solusi
 

  1. Periksa kondisi genteng kalau pecah langsung diganti.
  2. Perbaiki susunan genteng menjadi satu garis lurus dengan genteng sekitarnya.

Kerpusan / Nok retak


Penyebab
dinding nok atas yang terbuat dari plester yang terkena panas dan dingin air hujan dapat menimbulkan retak-retak.

Solusi perbaikan untuk kerpusan retak besar


  1. Oleskan celah retakan dengan bonding agent
  2. Tambal celah tersebut dengan adukan semen,kemudian diaci.
  3. Setelah adukan mengering lapisi karpusan dengan waterproofing untuk perlindungan permukaan.
Solusi perbaikan untuk karpusan retak kecil

  1. Bersihkan permukaan kemudian lapisi dengan cairan perekat.Tempel dengan serabut.Ulang pelapisan cairan pereka sampai 2- 3 kali.
  2.  Lakukan pemelesteran pada bagian yang rusak.

Sopi-sopi retak


Penyebab
dinding terkena panas dan hujan secara langsung sehingga plester dinding mengalami muai susut.

Solusi perbaikan


  1. Daerah yang retak dikupas dan dibersihkan permukaan.
  2. Tambal daerah yang retak dengan adukan mortar instan.
  3. Setelah kering lapisi dengan cat yang bersifat mampu melindungi permukaan terhadap cuaca.
  4. Jika memungkinkan daerah sopi-sopi dilindungi oleh teritisan yang agak lebar

Talang terlalu kecil


Penyebab
pada saat merencanakan,dimensi ukuran talang harus didesain untuk menampung volume air hujan yang besar ekstrim.

Solusi sederhana


  1. Periksa saluran talang apakah ada sampah menyumbat.
  2. Tentukan titik yang memungkinkan dibuat lubang pembuangan.
  3. Pada titik-titik tempat air meluber,pertemuan atap dengan talang lebih rapat.
Solusi lain perbaikan

  1. Ubah arah aliran air hujansehingga volumenya tidak terlalu besar.
  2. Ubah dimensi talang dengan ukuran lebih besar

Tips Memilih Rangka Atap Baja Ringan

Untuk masing-masing jenis penutup atap (genteng keramik/beton/metal, seng aluminium, onduline, fiberglass atau asbes), ukuran/dimensi, ketebalan serta konstruksi rangka kuda-kuda atap baja ringan yang digunakan berbeda disesuaikan dengan berat material penutup atap. Semakin berat material penutup atap, semakin besar/tebal pula rangka yang dipakai. Begitu pula sebaliknya.
JANGAN TERKECOH DENGAN HARGA MURAH!!!
ketelitian sebelum membeli sangat diperlukan. Mintalah informasi ukuran/dimensi Reng (roof batten) dan C channel rangka yang akan dipasang. Semakin besar/tebal Reng dan C channel rangka, semakin besar pula beban yang dapat ditanggung oleh rangka. Semakin kecil ukuran/dimensi C channel, semakin minim pula kesanggupan rangka untuk menanggung total beban penutup atap.

Ukuran C channel untuk Zincalume maupun Galvanis ada 3 jenis :

C71.075


Direkomendasikan untuk rangka atap dengan jenis penutup genteng metal, seng, fiberglass, Onduline, asbes dan jenis penutup atap lainnya yang bersifat ringan. Pemakaian C71.075 dengan bentangan lebar tetap aman karena kekuatan rangka/kuda-kuda sebanding dengan beban total penutup atap.


C81.075


Selain direkomendasikan untuk rangka atap dengan jenis penutup seperti tersebut di atas dengan bentangan lebar, C81.075 juga dapat diaplikasikan untuk jenis penutup genteng keramik dengan bentang atap menengah (-/+ 7 meter).


C81.095


Direkomendasikan untuk rangka atap dengan jenis penutup genteng keramik dan genteng beton dengan bentang atap yang panjang (s/d > 9 meter).



Untuk kalkulasi dan desain konstruksi rangka baja yang akan dipasang, kami menggunakan software khusus rangka atap baja ringan yang menjamin tingkat presisi material dan pemasangan rangka atap baja ringan.


Sedangkan untuk genteng atau material penutup atap, sangat banyak pilihan tersedia di pasaran yang memiliki kualitas sangat beragam. Mengenai pilihan, semuanya kembali lagi ke Anda sendiri berdasarkan pertimbangan selera dan jumlah dana yang tersedia. Tips sederhana dari kami : "Ada harga ada mutu"...


Sumber : dari berbagai sumber

Berbagai Material Pintu Kelebihan dan Kekurangannya


Berikut data kelebihan dan kekurangan material pintu apabila menggunakan bahan-bahan dibawah ini :
1. Kayu
Kelebihan : Material mudah didapat,dan mudah dalam hal pengerjaannya
Kekurangan : Tidak tahan terhadap rayap dan jamur,tidak kuat terhadap terpaan cuaca dan air hujan.
2. Aluminium
Kelebihan : Tahan rayap,kedap air,relatif  kuat
Kekurangan : mudah penyok,terkesan kaku,dan kurang natural
3. Vinyl (PVC)
Kelebihan : Pemasangan relatif mudah,bebas rayap,bebas karat
Kekurangan : mudah terbakar
4. Kaca 
Kelebihan : membawa suasana luar kedalam rumah,cocok untuk pintu yang menghadap ke taman,perawatan relatif mudah tinggal dilap dengan kain dan pembersih kaca.
Kekurangan : masih riskan jika mempunyai anak kecil