Jumat, 24 Agustus 2012

Tips Sederhana Merenovasi Hunian


Banyak tip sederhana yang dapat diaplikasikan saat memperbaiki atau memperindah ruang hunian.

1. Fungsi lain selotip

Memaku di dinding kerap menimbulkan masalah baru.Paku terpasang kuat,tetapi dinding disekitar akan retak.Untuk mengatasinya,tempelkan selotip di area dinding yang hendak dipaku.Selanjutnya,Anda dapat mulai memaku di dinding yang telah dialasi tersebut. Alhasil,paku terpasang baik dan dinding di sekitarnya tidak retak.Lepas selotip secara perlahan agar cat tak ikut terkelupas.

2. Ruang Terkesan Luas

Sadarkah Anda bila ruang yang sempit bisa terkesan luas bagi penggunanya secara psikologis?Kiatnya,tutup tembok Anda dengan cat berwarna terang,seperti putih gading,pastel,pink,maupun hijau pucat.Letakkan cermin besar di salahsatu sisi ruang.Kiat tambahan,gunakan perabot berukuran lebih rendah dari pandangan mata atau bentuk cenderung horizontal.
3. Pelumas Dari Minyak Jelantah

Minyak jelantah adalah minyak kelapa bekas pakai. Sebelum membuangnya cek engsel pada pintu,jendela,lemari,kunci gembok,bahkan rantai sepeda.Apabila berderit dan agak macet,oleskan minyak jelantah pada bagian yang berderit hingga tidak berbunyi lagi saat dibuka-tutup.Pastikan minyak jelantah bukan sisa menggoreng lauk pauk yang umumnya meninggalkan bau amis.

4. Mengecat Tangga

Saat mengecat tangga,lakukan secara berselang-seling pada anak tangga ke-1,3,5 dan seterusnya agar tangga masih dapat dilewati meski cat belum kering atau Anda masih mengerjakannya.Setelah cat mengering,baru cat anak tangga ke-2,4,6 dan sisanya.

5. Alternatif Terpentin

Terpentin seringkali digunakan untuk membersihkan noda cat.Namun,jika kulit Anda yang terkena percikan atau tumpahan cat,gunakan minyak zaitun sebagai alterntif.Selain dapat membersihkan noda,minyak zaitun dapat menghaluskan kulit.Pilihan lain,keju atau margarin bisa juga digunakan untuk membersihkan noda cat yang masih baru dikulit.

6. Kuteks Mengilapkan Handle Pintu.

Gagang pintu (handle) berwarna emas lebih mudah pudar jika terlalu sering digunakan.Ada trik menarik untuk menjaga kilau warna handle,sekaligus membuatnya awet.Oleskan cat kuku (kuteks) berwarna bening secara merata,lalu dikering anginkan.Pastikan kuteks benar-benar telah kering sebelum handle pintu dipasang.

7. Pagar Awet Meski Terpapar Cuaca.

Mempercantik material pada dinding pagar tentu membuat tampilan hunian lebih nyentrik dan mempercepat pembuatannya. Namun di sisi lain,material seperti batu tempel sangat berpotensi ditumbuhi lumut karena terkena cahaya matahari,guyuran air hujan,atau pergantian cuaca ekstrim sepanjang hari.Menyikatnya akan menghabiskan waktu dan tenaga.Oleh karena itu,lapisi permukaan material dengan cat pelapis (stone coating). Jenisnya ada yang mengilap dan doff.Jenis finishing mengilap akan menghasilkan efek warna yang selalu basah wetlook.Jenis Doff menciptakan efek natural seolah tanpa lapisan.

8. Bersihkan Debu Sisa Ngebor.

Setelah melubangi tembok atau kayu terdapat debu-debu sisa penegeboran,untuk menghilangkannya,aktifkan nosel vacuum cleaner ke arah titik pengeboran. Alhasil,semua kotoran akan terhisap ke vacuum cleaner dan tempat Anda pun bersih kembali.

9.Memaku Bambu

Memaku bambu gampang-gampang susah.Jika lengan Anda terseok saat memaku,bambu bisa pecah dan tidak terpakai.Untuk mencegahnya,aplikasikan kiat berikut.Potong ujung paku yang akan digunakan dengan gergaji,selanjutnya celupkan ujung paku ke minyak pelumas atau oli bekas.Lantas,paku pun bisa digunakan untuk memaku bambu.

10. Memperbaiki Kayu 'penyok'
Saat memindahkan furnitur kayu,tanpa sengaja Anda menyenggol tembok atau kusen pintu sehingga kayu furniture sedikit 'penyok'.Anda masih bisa memperbaikinya jika 'penyok'kayu tidak terlalu dalam (1-2 mm).Tempel kayu yang 'penyok' dengan lap basah.Kemudian,setrika bagian tersebut hingga lap mengering dan bagian yang 'penyok'tersamarkan

Tips Pengecatan Dinding Lama dan Baru

pict. tembok lama (old wall)

Untuk Permukaan Tembok Lama :
  1. Untuk memeriksa lapisan plamir atau cat lama yang masih kuat melekat atau tidak, Kuaskan air pada permukaan tersebut, tunggu beberapa saat jika permukaan tembok tampak gelembung-gelembung maka permukaan tembok harus disekrap.
  2. Permukaan yang sudah dicat sebelumnya perlu dibersihkan dahulu dengan baik, bersihkan dan hilangkan semua bagian cat yang terkelupas, debu dan kotoran lainnya sebelum melakukan pengecatan dengan cara diamplas lebih dahulu dan lapisi dengan satu lapis cat, biarkan sampai permukaan mengering.
  3. Untuk permukaan tembok luar dimana sisa-sisa cat lama yang terkelupas, debu dan kotoran tidak bisa dibersihkan seluruhnya, berilah sebuah lapisan plamir sebelum permukaan tersebut dicat dengan cat tembok.
  4. Hilangkan sisa-sisa jamur/lumut/minyak dengan cara membuang lapisan tersebut sampai bersih, kemudian lapisi Plamir.
  5. Jika sebelumnya tembok telah berwarna dan ingin mengganti warna maka harus memilih cat tembok yang memiliki daya tutup yang kuat, jika tidak maka sebaiknya menggunakan kuas roll atau menutup warna yang lama (terutama warna tua) dengan menggunakan Plamir Tembok. 
For a New Surface:
  1. To get the best outcome for the new wall surface, concrete or other surfaces give new sufficient drying time before the painting process. Drying time to prevent the wall from moisture that can affect the paint becomes moldy and fall.
  2. Wall before the paint or in plamir drenched with water as much as possible in a few days.
  3. Before the wall in plamir, first coat the walls with Wall Sealer, in order to neutralize the pH of cement to match the paint PH. With wall sealer paint is not easy to peel and paint colors will not change from its original color.
  4. Cat would be like if the absorption of the walls of limestone still working, for the wall should be coated with Wall Sealer, for economic reasons but if you can dissolve from one to two packs of white glue in a gallon of water then brush it on the wall before the wall in the paint.
  5. Furthermore plamir seal with as thin as possible, use a pulley block wall. to produce a wall that is really smooth.
  6. Subsequently coated with paint, to paint a perfect result should not be too thick, dilute with water 30-35 percent of the total weight of paint.
  7. Repeat 2 till 3 layers of paint with an interval of 3-4 hours (when dry)
  8. Drying time between each layer of painting is 1 to 2 hours.
  9. Diplamir wall tiles are installed after the first and in the paint.

pict. tembok baru
Untuk Permukaan Tembok Baru :
  1. Untuk mendapatkan hasil akhir terbaik untuk permukaan tembok baru, beton atau permukaan baru lainnya berikanlah waktu pengeringan secukupnya sebelum proses pengecatan. Waktu pengeringan untuk menghindari tembok dari lembab yang dapat mempengaruhi cat menjadi berjamur dan rontok.
  2. Tembok yang sebelum di cat atau di plamir disiram air sebanyak mungkin dalam beberapa hari.
  3. Sebelum tembok di plamir, lapisi dulu tembok dengan Wall Sealer, guna menetralisir PH semen agar sesuai dengan PH cat. Dengan wall sealer Cat tidak mudah mengelupas dan warna cat tidak akan berubah dari warna aslinya.
  4. Cat akan menjadi seperti kapur jika daya serap tembok masih bekerja, untuk itu tembok harus dilapisi dengan Wall Sealer, namun jika untuk alasan ekonomis anda dapat melarutkan satu sampai dua bungkus lem putih dalam satu galon air kemudian kuaskan pada tembok sebelum tembok di cat.
  5. Selanjutnya lapisi dengan Plamir setipis mungkin, gunakan kapi tembok. untuk menghasilkan tembok yang benar-benar halus.
  6. Selanjutnya lapisi dengan cat tembok, untuk hasil yang sempurna cat tembok jangan terlalu kental, encerkan dengan air 30-35 persen dari total berat cat.
  7. Ulangi pengecatan 2 samapi 3 lapis dengan selang waktu 3-4 jam (setelah kering)
  8. Waktu pengeringan antara setiap lapis pengecatan adalah 1 sampai 2 jam.
  9. Genteng dipasang setelah tembok diplamir dan di cat pertama.

For Old Surface :
  1. To check for lining plamir or old paint that is still strongly attached or not, Kuaskan water on the surface, wait a while if the wall surface of the bubbles appear then the wall surface should mashed.
  2. That have been previously painted surfaces should be cleaned first with a good, clean and remove all the paint is peeling, dust and other debris prior to painting by way of first sanded and coated with a layer of paint, let it dry surface.
  3. To the surface of the outer wall where the remains of the old paint is peeling, dust and dirt can not be cleaned completely, grant a surface layer of the plamir before painted with wall paint.
  4. Eliminate the remnants of mold / mildew / oils by removing the coating thoroughly, then coat plamir.
  5. If you have previously colored walls and want to change the color of the need to choose paint that has a strong close, if not then you should use the brush roll or cover the old color (especially dark color) by using plamir Wall.

Tips Perawatan Plafond Gypsum

Partisi Gypsum biasa digunakan mulai dari rumah sederhana sampai rumah mewah. Selain itu, bahan gypsum bisa membuat plafond partisi rumah menjadi lebih indah. Harga gypsum (gipsum) pun relatif bersaing bila dibandingkan dengan jenis bahan lain dengan fungsi yang sama. Kelebihan dari gypsum juga lebih fleksibel untuk dibentuk sesuai dengan keinginan perancang, selain memiliki daya tahan dan tingkat stabilitas tinggi. Penggunaan plafond partisi gypsum (gipsum) sangat cocok untuk memperindah tampilan awal dari interior bangunan. Tak heran kalau plafond partisi gypsum (gipsum) semakin diminati. Namun material gypsum sebagai bahan dasar plafond memiliki kelemahan yakni tidak tahan terhadap air. Dan bila terjadi rembesan air dari atap mengenai plafond partisi gypsum, permukaan gipsum akan terdapat bercak bekas rembesan air dan kotor  kadang juga bisa sampai berjamur.

Namun hal tersebut tidakkan menjadi masalah karena kita masih bisa mengatasinya dengan cara:
  1. potong bagian plafond partisi gypsum yang terkena/ada noda air 
  2. kemudian ditambal dengan kompon dan di dempul sampai permukaan partisi gypsum rata 
  3. kemudian bersihkan seluruh bagian partisi gypsumyang diperbaiki dari debu menggunakan spon basah yang telah diperas dan biarkan mengering sampai kurang lebih 24 jam
  4. lakukan pengamplasan sampai permukaan partisi gypsum halus dan bersihkan kembali dari debu agar bisa di cat ulang sesuai dengan warna dasarnya agar partisi gypsum menjadi cantik kembali.

Tips Finishing Material Kayu


Rumah tinggal pada umumnya memiliki bagian-bagian dari kayu, antara lain kusen, daun pintu, daun jendela, railing tangga dan lain-lain. Pada beberapa bagian ini kadang ingin ditampilkan karakter bahannya yaitu kayu, sehingga diperlukan finishing khusus.
Mengenal bahan finishing dengan berbagai hasil akhir, ternyata cukup penting untuk diketahui para pemilik rumah maupun mereka yang sedang membangun.
Pada dasarnya pekerjaan finishing adalah pekerjaan yang memerlukan ketelitian dan kecermatan dalam memilih bahan, dan umumnya pada sebuah rumah yang mencapai tahap finishing akan membutuhkan biaya yang cukup besar dibandingkan dengan tahap pekerjaan konstruksi. Namun pada tahap inilah sebuah rumah akan menampilkan bentuk akhirnya dan citra pekerjaan secara keseluruhan.
Khusus finishing terhadap bahan kayu, dapat diselesaikan dalam berbagai bentuk, antara lain dengan cat, politur, melamik dan duco.
CAT
Penggunaan cat umumnya lebih banyak dipakai pada rumah tinggal karena selain bahan bakunya relatif murah, cat dapat melindungi kayu lebih lama dan dapat tampil dalam berbagai macam warna pilihan. Kayu yang di-finish dengan cat, umumnya adalah kayu kelas dua dan kelas tiga seperti kamper, borneo, kruing, damar laut dan lainnya yang tidak terlalu baik penampilannya karena seratnya agak kasar dan kurang tahan terhadap cuaca/pemakaian.
 
POLITUR
Bahan dasar politur umumnya adalah zat pewarna, zat pelindung dan resin sebagai media. Dengan bahan ini kayu akan tampil dengan karakter aslinya yaitu serat dan warna alami. Bahan politur umumnya digunakan pada kayu kelas satu seperti kayu jati, sonokeling dan eboni. Perlindungan politur dibandingkan cat agak berbeda, karena politur tidak tahan terhadap cuaca, terutama panas dan basah yang langsung mengenai permukaannya. Namun, karena umumnya kayu yang di-finish dengan politur adalah kayu kelas satu maka serangan rayap agak berkurang.
 

MELAMIK
Bahan finishing ini umumnya digunakan untuk furnitur, karena sifat bahan finishing ini memang lebih sensitif dibandingkan bahan politur. Yang sering menjadi bahan pertimbangan adalah harganya yang relatif mahal.
Bahan kayu yang di-finish dengan melamik adalah yang bertekstur halus dan cantik. Kayu jati, mahoni, sungkai, ramin, atau sonokeling. Jenis kayu tersebut biasanya digunakan pada bagian rumah yang non-struktural dan menjadi bagian dari interior rumah seperti lantai, partisi, dinding ornamen, daun pintu dan railing tangga. Melamik boleh dikatakan sangat lemah terhadap goresan dan cuaca seperti halnya politur, namun penampilan melamik yang menonjolkan karakter kayu dalam warna tua atau warna muda ditambah lapisan akhir yang dof atau mengkilap ternyata menjadi daya tarik tersendiri.
 
 
DUCO
Seperti halnya melamik maka duco adalah juga finishing yang umumnya dijumpai pada furnitur atau perlengkapan lain yang terbuat dari metal, bahkan duco juga dipakai sebagai finishing untuk kendaraan.
Konsekuensi dari pemakaian duco pada bahan kayu ialah pada tahap pengerjaan bahan kayu tersebut yang harus “berkenalan dengan air”. Berbeda dengan cat yang hanya menggunakan pelapis dasar seperti cat meni, maka duko harus dilapis dengan bahan dasar pelapis sejenis dempul dan epoxy. Pelapisan cat duco dari jenis cat yang khusus harus menggunakan sprayer, sehingga kualitas akhirnya akan tampil lebih prima. Menggunakan duco untuk kusen dan daun pintu akan lebih baik dibandingkan dengan menggunakan cat. Disamping menutupi serat kayu, duco juga akan menghilangkan jejak karakter dari jenis kayu yang dipakai.
Jadi, menggunakan kayu kelas apapun bila di-finish dengan duco akan tampil sama baiknya dengan kayu berkelas

Tips Merawatan Lantai Keramik dan Marmer

Jika rumah anda menggunakan keramik / lantai marmer maka yang harus diperhatikan adalah cara menjaganya agar tetap awet/tahan lama. Bagaimana merawatnya agar tetap bersih, keindahan terjaga dan tak mudah rusak?
 

 
Ada beberapa hal yang harus anda perhatikan:
  1. Jika lantai menggunakan keramik/lantai marmer harus rajin dilap atau dipel, dan disapu. Jika tidak, butiran kotoran atau pasir akan mundah menggores atau merusak permukaan.
  2. Pel dengan air bersih atau air sabun atau bisa juga dengan cara poles teraso / poles marmer.
  3. Jangan sembarangan penggunaan cairan pembersih keramik yang mengandung pewangi. Biasanya lantai terasa lengket setelah dipel. Hal ini akan menyebabkan keramik mudah kotor, bahkan timbul bercak-bercak di permukaan sebaiknya gunakan jasa restorasi atau kristalisasi marmer untuk membantu anda dalam membersihkan keramik.
  4. Jangan menggunakan pembersih lantai yang mengandung asam, seperti asam sulfat dan HCL, cukup tinggi. Karena lapisan glazur keramik bisa rusak, dan cepat kusam. Mesti berhati-hati dengan cairan pembersih keramik di pasaran gunakan jasa restorasi untuk membantu anda dalam membersihkan keramik lantai anda.
  5. Menghilangkan kotoran atau noda, bisa menggunakan dengan larutan kimia berkadar tinggi. Namun. Perlu diperhatikan, yang dilap atau dipel hanya bagian yang terkena noda saja. Bukan seluruh permukaan keramik.
  6. Untuk jenis keramik tertentu, ada yang sudah didesain lebih tahan zat kimia keras, jenis porcellen atau homogeneous tile. Ubin jenis ini cocok dipasang di high traffic seperti merek Niro, Impero, Niro, Esenza, Granito.
  7. keramik lantai kamar mandi, cukup disikat atau bisa juga dengan poles teraso atau poles keramik anda. Jangan menggunakan bulu sikat terlalu kasar atau keras. Sebab, bisa menggores lapisan keramik.
  8. Jadi, bagi yang memiliki rumah baru berkeramik, sedari awallah merawat dengan baik agar tahan lama.

Merawat Lantai

Rumah bagi manusia saat ini mempunyai arti lebih dari hanya sekedar tempat berlindung dari cuaca alam.rumah tinggal sekarang adalah segala-galanya. Rumah merupakan shelter,sense of security,tempat yang sehat dan nyaman untuk ditempati sebagai hunian. Rumah yang mempunyai desain eksterior dan interior yang baik dapat membuat penghuni rumah menjadi nyaman dan aman. Selain itu,rumah juga perlu dipelihara,dirawat dan dijaga agar tetap memberikan arti bagi kehidupan penghuninya.

Bagian-bagian yang biasa perlu dirawat yaitu lantai,dinding,kusen-pintu jendela,atap,instalasi listrik dan sanitasi

Perawatan lantai

Perawatan rutin terhadap lantai harus selalu dilakukan bergantung pada jenis lantai :


  • Lantai keramik
Lantai keramik sangat mudah dibersihkan caranya cukup dipel dengan cairan pembersih dan dilap dengan kain,permasalahan biasanya pada nat cara membersihkan yaitu menyikat nat dengan cairan pembersih atau diampelas.


  • Lantai tegel,teraso
Sama seperti lantai keramik cukup dipel dengan cairan khusus pembersih keramik secara rutin.



  • Lantai marmer,granite
Sebelum pemasangan marmer atau granite perlu diberi coating untuk menghindari tetesan air yang dapat masuk kedalam pori-pori.jika terkena noda,cukup dibersihkan dengan cara dipel menggunakan air hangat dan dihindari penggunaan pembersih lantai berbahan kimia

Mengatasi Bocor Pada Atap Asbes

Jika atap asbes dirumah bocor atasi dengan tips sebagai berikut ini:
  • Mula-mula bersihkan sekitar lokasi retak atau bocor pada asbes dari debu dan kotoran,
  • Kemudian oleskan plinkote (semacam dempul untuk bodi mobil) pada area yang bocor .Oleskan cukup lebar,kira-kira 3 cm ke samping dari lokasi kebocoran .
  • Setelah itu,lapisi dengan secarik kain perca.pelapisan ini dilakukan saat kondisi basah hingga tertutup rapat dan cukup tebal.
  • Biarkan hingga kering.
Selamat mencoba....

Meredam Panas dan suara bising pada ATAP SENG

Atap seng mempunyai kelemahan,yaitu tidak dapat meredam panas dan suara bising ketika turun hujan.Untuk mengatasinya beri lapisan gabus (styrofoam) di bawah lapisa seng tersebut,sehingga posisi gabus terletak di dalam ruangan . Adanya styrofoam hawa panas yang masuk dapat berkurang.Demikian juga suara hujan yang mengenai atap seng dapat diredam kebisingannya

Kerusakan yang biasa terjadi pada ATAP dan solusinya


Atap Bocor genteng bergeser

Disebabkan oleh angin besar atau kesalahan pada waktu menginjak dapat menyebabkan genteng bergeser.

sehingga membuat celah antar genteng dapat menimbulkan bocor.

Solusi
 

  1. Periksa kondisi genteng kalau pecah langsung diganti.
  2. Perbaiki susunan genteng menjadi satu garis lurus dengan genteng sekitarnya.

Kerpusan / Nok retak


Penyebab
dinding nok atas yang terbuat dari plester yang terkena panas dan dingin air hujan dapat menimbulkan retak-retak.

Solusi perbaikan untuk kerpusan retak besar


  1. Oleskan celah retakan dengan bonding agent
  2. Tambal celah tersebut dengan adukan semen,kemudian diaci.
  3. Setelah adukan mengering lapisi karpusan dengan waterproofing untuk perlindungan permukaan.
Solusi perbaikan untuk karpusan retak kecil

  1. Bersihkan permukaan kemudian lapisi dengan cairan perekat.Tempel dengan serabut.Ulang pelapisan cairan pereka sampai 2- 3 kali.
  2.  Lakukan pemelesteran pada bagian yang rusak.

Sopi-sopi retak


Penyebab
dinding terkena panas dan hujan secara langsung sehingga plester dinding mengalami muai susut.

Solusi perbaikan


  1. Daerah yang retak dikupas dan dibersihkan permukaan.
  2. Tambal daerah yang retak dengan adukan mortar instan.
  3. Setelah kering lapisi dengan cat yang bersifat mampu melindungi permukaan terhadap cuaca.
  4. Jika memungkinkan daerah sopi-sopi dilindungi oleh teritisan yang agak lebar

Talang terlalu kecil


Penyebab
pada saat merencanakan,dimensi ukuran talang harus didesain untuk menampung volume air hujan yang besar ekstrim.

Solusi sederhana


  1. Periksa saluran talang apakah ada sampah menyumbat.
  2. Tentukan titik yang memungkinkan dibuat lubang pembuangan.
  3. Pada titik-titik tempat air meluber,pertemuan atap dengan talang lebih rapat.
Solusi lain perbaikan

  1. Ubah arah aliran air hujansehingga volumenya tidak terlalu besar.
  2. Ubah dimensi talang dengan ukuran lebih besar

Tips Memilih Rangka Atap Baja Ringan

Untuk masing-masing jenis penutup atap (genteng keramik/beton/metal, seng aluminium, onduline, fiberglass atau asbes), ukuran/dimensi, ketebalan serta konstruksi rangka kuda-kuda atap baja ringan yang digunakan berbeda disesuaikan dengan berat material penutup atap. Semakin berat material penutup atap, semakin besar/tebal pula rangka yang dipakai. Begitu pula sebaliknya.
JANGAN TERKECOH DENGAN HARGA MURAH!!!
ketelitian sebelum membeli sangat diperlukan. Mintalah informasi ukuran/dimensi Reng (roof batten) dan C channel rangka yang akan dipasang. Semakin besar/tebal Reng dan C channel rangka, semakin besar pula beban yang dapat ditanggung oleh rangka. Semakin kecil ukuran/dimensi C channel, semakin minim pula kesanggupan rangka untuk menanggung total beban penutup atap.

Ukuran C channel untuk Zincalume maupun Galvanis ada 3 jenis :

C71.075


Direkomendasikan untuk rangka atap dengan jenis penutup genteng metal, seng, fiberglass, Onduline, asbes dan jenis penutup atap lainnya yang bersifat ringan. Pemakaian C71.075 dengan bentangan lebar tetap aman karena kekuatan rangka/kuda-kuda sebanding dengan beban total penutup atap.


C81.075


Selain direkomendasikan untuk rangka atap dengan jenis penutup seperti tersebut di atas dengan bentangan lebar, C81.075 juga dapat diaplikasikan untuk jenis penutup genteng keramik dengan bentang atap menengah (-/+ 7 meter).


C81.095


Direkomendasikan untuk rangka atap dengan jenis penutup genteng keramik dan genteng beton dengan bentang atap yang panjang (s/d > 9 meter).



Untuk kalkulasi dan desain konstruksi rangka baja yang akan dipasang, kami menggunakan software khusus rangka atap baja ringan yang menjamin tingkat presisi material dan pemasangan rangka atap baja ringan.


Sedangkan untuk genteng atau material penutup atap, sangat banyak pilihan tersedia di pasaran yang memiliki kualitas sangat beragam. Mengenai pilihan, semuanya kembali lagi ke Anda sendiri berdasarkan pertimbangan selera dan jumlah dana yang tersedia. Tips sederhana dari kami : "Ada harga ada mutu"...


Sumber : dari berbagai sumber

Cara Menghitung Luasan Atap Bangunan

Atap merupakan bagian penting dari rumah, sebagai pelindung terhadap panas matahari, air hujan, dan benda-benda lain yang bisa jatuh dari atas dan masuk ke dalam rumah.

Beberapa bentuk atap seperti :

  1. Atap Pelana
  2. Atap Perisai / Limas (contoh : joglo)
  3. Atap Flat (contoh : bentuk miring / datar)
  4. Atap Doom (contoh : kubah masjid)
  5. Atap Khusus (contoh : gedung MPR, rumah batak, toraja)
Beberapa bahan penutup atap seperti :
  1. Atap Ringan, contoh : Jerami, Ijuk, Seng, Asbes, Polycarbonat
  2. Atap Sedang, contoh : Genteng Tanah, Genteng Keramik, Genteng Beton, Genteng Kayu
  3. Atap Berat, contoh : Dak Beton Cor

Makin berat bahan penutup atap, makin besar resiko tertimpa benda berat. Bila atap tersebut roboh akibat terjadi gempa bumi.

Banyak yang belum tahu. Cara nenghitung luasan atap ?

Ini ada Tip praktis untuk atap flat, limas, pelana dan perisai.

 

  1. Cara menghitung luasan atap Flat datar,biasanya dipakai untuk dak beton cor
Rumus :
Kebutuhan luasan atap = Panjang x Lebar


Misalnya rumah dengan ukuran 6m x 10m dan Overstek atap 0.8m

Luasan atapnya adalah

= (6 + 1.6)m x (10 + 1.6)m

= (7.6m x 11.6m)

= 88.16 m2
 

  1. Cara menghitung luasan atap limas / perisai / pelana,luasan atap dihitung dalam satuan m2
Rumus :
Kebutuhan luasan atap = (Panjang x Lebar) / Cos(z)

dimana : z adalah sudut kemiringan atap


Misalnya rumah dengan ukuran 6m x 10m dan Overstek atap 0.8m

Sedang sudut kemiringan atap 30 derajat.

Luasan atapnya adalah

= ((6 + 1.6)m x (10 + 1.6)m) / (Cos 30)

= (7.6m x 11.6m) / (Cos 30)

= 88.16 m2 / 0.866

= 101.7984 m2


Catatan :

Rumus ini masih bisa dipakai untuk menghitung pada atap yang berbentuk campuran perisai dan pelana.

Kesalahan Pelaksanaan Beton dan Kerugian yang Diakibatkannya

Pekerjaan beton membutuhkan ketelitian dalam pelaksanaanya, sehingga didapatkan kekuatan yang maksimal, kesalahan-kesalahan sering terjadi dalam pelaksanaanya sehingga menimbulkan kerugian biaya yang besar, 

Berikut kesalahan yang sering terjadi dilapangan:
  1. Perencanaan pelaksanaan yang tidak baik
  2. Penambahan air
  3. Penggunaan alat bantu (vibrator, pompa beton) yang tidak sehat
  4. Pembongkaran bekisting yang belum waktunya
  5. Pemberian beban pada beton yang berlebihan
  6. Metode pelaksanaan yang tidak sesuai
  7. Perawatan yang kurang baik
Kerugian tambahan biaya yang dapat ditimbulkan dari kesalahan tersebut antara lain:
  1. Biaya pemeriksaan (inspection cost)
  2. Biaya tes tambahan
  3. Biaya tenaga ahli perbaikan beton
  4. Biaya perbaikan
  5. Biaya penggantian bagian yang rusak, dll

Garam Mempercepat Pengeringan Plesteran atau Beton

Untuk mempercepat proses pengeringan plesterean atau beton tanpa tulangan ada cara praktis.
Ikuti langkah-langkah dibawah ini :
  1. Campurkan garam dapur dengan air
  2. Kemudian masukkan air garam tersebut ke dalam campuran plesteran atau beton yang akan dipakai
  3. Semakin banyak garam dapur yang dicampurkan,semakin cepat pengeringan
  4. Namun,cara ini hendaknya dipakai untuk beton tanpa tulangan besi beton
Semoga Bermanfaat.
 
Sumber : dari berbagai sumber

Berbagai Material Pintu Kelebihan dan Kekurangannya


Berikut data kelebihan dan kekurangan material pintu apabila menggunakan bahan-bahan dibawah ini :
1. Kayu
Kelebihan : Material mudah didapat,dan mudah dalam hal pengerjaannya
Kekurangan : Tidak tahan terhadap rayap dan jamur,tidak kuat terhadap terpaan cuaca dan air hujan.
2. Aluminium
Kelebihan : Tahan rayap,kedap air,relatif  kuat
Kekurangan : mudah penyok,terkesan kaku,dan kurang natural
3. Vinyl (PVC)
Kelebihan : Pemasangan relatif mudah,bebas rayap,bebas karat
Kekurangan : mudah terbakar
4. Kaca 
Kelebihan : membawa suasana luar kedalam rumah,cocok untuk pintu yang menghadap ke taman,perawatan relatif mudah tinggal dilap dengan kain dan pembersih kaca.
Kekurangan : masih riskan jika mempunyai anak kecil

Bahan Tahan Gempa Beton Ringan Aerasi Hebel


Selain selektif memilih bahan bangunan berkualitas dan terpercaya seperti Beton Ringan Aerasi Hebel, urusan pembangunan rumah dan gedung di Indonesia harus memenuhi beberapa prinsip-prinsip perencanaan tahan gempa sebagai berikut:

Daktilitas
Perencanaan secara detil atas desain struktur rumah, gedung serta semua unsur penahan gempa sesuai dengan pedoman sehingga berperilaku secara daktil.

Konfigurasi bentuk bangunan
Konfigurasi secara horizontal maupun vertikal harus diletakkan sesimetris mungkin terhadap pusat massa dari bangunan tersebut untuk menghindari terjadinya pemusatan gaya gempa pada titik-titik tertentu pada struktur bangunan.

Diafragma dan ikatan lantai
Perencanaan yang tepat demi membagi beban-beban tingkat akibat gempa kepada unsur-unsur penahan gempa dalam tingkat itu sebanding dengan kekakuan lateral masing-masing.

Hubungan dinding antar lantai dan atap
Dinding-dinding beton dan dinding pasangan harus dijangkarkan kepada semua lantai dan atap yang diperlukan untuk menghasilkan dukungan atau stabilitas horizontal

Hubungan antar pondasi
Pondasi-pondasi harus saling berhubungan dalam dua arah yang pada umumnya saling tegak lurus oleh unsur-unsur penghubung yang direncanakan terhadap gaya aksial tarik dan tekan sebesar 10 % dari beban vertikal maksimum pada pembebanan dengan gempa pada salah satu pondasi yang dihubungkan.

Beton Ringan Aerasi Hebel yang diproduksi dengan teknologi Jerman adalah salah satu solusi untuk mengurangi resiko dari bencana gempa bumi.

Bobot yang ringan
Bobot yang ringan maka gaya gempa yang diterima bangunan akan jauh berkurang. Hal ini terjadi karena besarnya gaya gempa yang diterima suatu bangunan tergantung dari besarnya percepatan gempa dan berat total dari bangunan itu sendiri. Semakin berat suatu bangunan maka semakin besar pula gaya gempa yang akan terjadi pada bangunan tersebut

F = m . a
F = besarnya gaya gempa yang diterima
m = massa atau berat total bangunan
a = percepatan gempa

Kekuatan yang relatif seragam di segala arah
Saat terjadinya gempa bumi, dinding bangunan akan menerima beban vertical, horizontal maupun diagonal. Blok Beton Ringan Aerasi Hebel yang direkatkan dengan perekat tipis seperti Prime Mortar PM ? 100 memiliki kekuatan yang relatif seragam di segala arah dibandingkan dengan pasangan dinding batu bata. Hal ini membuat dinding Hebel memiliki ketahanan yang lebih baik pada saat terjadinya gempa bumi.

Ketahanan terhadap kebakaran
Gempa bumi sering kali diikuti oleh terjadinya bahaya kebakaran yang terjadi karena besarnya kemungkinan terjatuhnya kompor, lilin atau lampu penerangan, sambungan arus pendek pada instalasi listrik dan lain sebagainya. Dibandingkan dengan alternatif bahan ringan lainnya seperti kayu, Beton Ringan Aerasi Hebel memiliki ketahanan terhadap kebakaran yang jauh lebih baik. Di beberapa negara penggunaan Beton Ringan Aerasi Hebel dapat mengurangi biaya polis asuransi kebakaran.

Sejak lama Beton Ringan Aerasi Hebel telah digunakan di daerah rawan gempa seperti di Jepang, Turki dan Mexico. Beton Ringan Aerasi Hebel terbukti di banyak negara menjadi salah satu solusi terbaik untuk mengurangi resiko dari bahaya gempa bumi. 



sumber: dari berbagai sumber

Membuat Dinding yang Kuat dan Aman


Dinding merupakan pelindung sebuah rumah yang sekaligus pembatas antara lingkungan di dalam rumah dengan lingkungan diluar rumah.Agar menjadi pelindung yang baik,dinding harus didesain kuat dan aman. Agar kekuatan struktur dinding bangunan rumah terjamin,terdapat hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat membangun.

1. Gunakan pola susunan bata yang benar.

Sebuah dinding yang kuat haruslah memenuhi beberapa standar baku.Salahsatunya adalah standar penyusunan batubata sebagai bahan utama pembentuk dinding.Pola pemasangan bata untuk dinding yang benar adalah dengan ketebalan minimal 1/2 bata untuk non struktural dan 1 bata untuk struktural. Hal ini sesuai dengan standar Peraturan Bahan Bangunan Indonesia NI-3 dan NI-10
2. Pilih struktur baja ringan yang bermutu tinggi

Dinding dengan struktur baja ringan saat ini mulai banyak digunakan untuk bangunan rumah.Jika menerapkan struktur ini,pilihlah jenis baja ringan yang bermutu tinggi.Baja ringan yang bermutu tinggi high tensile atau cukup disebut hi-ten terdiri dari 55% lapisan aluminium;43,5% zinc;dan 1,5% alloy.Struktur ini tidak hanya menggantikan fungsi dinding,tetapi juga menggantikan fungsi kolom.Selain itu,struktur ini juga dapat mendukung beban struktur yang ada diatasnya.

3. Buat dinding yang tahan gempa dan anti rayap

Saat terjadi gempa,ada kemungkinan dinding akan hancur akibat terjadinya guncangan.Oleh karena itu,bangunlah dinding dengan struktur yang kuat. Dinding dengan struktur baja ringan mutu tinggi bisa dijadikan alternatif solusi. Dinding ini bisa menahan daya dukung tanah yang tidak stabil.Selain itu,struktur jenis ini juga lebih aman dari serangan rayap.Serangan rayap bis membuat dinding menjadi rapuh.

4. Bangun dinding dengan campuran beton yang tepat.

Salah satu ciri dinding yang kurang bagus adalah kopong dan mudah rapuh.Agar dinding tidak mudah rapuh maka campuran beton yang digunakan pun harus tepat. Campuran beton untuk dinding yang tepat adalah 1 : 2 (artinya satu bagian semen dan dua campuran pasir.Campuran beton ini bisa digunakan untuk ikatan antarbatu bata.

5. Hindari retak rambut pada dinding.

Terjadinya retak rambut pada dinding bisa disebabkan oleh elastisitas plesteran yang kurang baik. Bila tidak ditanggulangi,retak rambut bisa menyebabkan dinding menjadi keropos sehingga mengalami perlemahan. Langkah sederhana untuk meminimalisasi retak rambut adalah dengan cara memercikkan air terlebih dahulu ke dinding sebelum memplester dan mengecatnya.

6. Bebaskan dinding dari serangan jamur

Jamur dapat menghancurkan dan merusak konstruksi bata dan plesteran dinding.Jamur pun dapat membahayakan penghuni rumah bila terisap. Cegahlah jamur pada dinding dengan menggunakan cat khusus anti jamur dan lumut pada saat mengecat dinding.Untuk dinding yang telanjur berjamur,lakukan treatment berikut :
- Bersihkan dinding terlebih dahulu
- Siram dinding yang sudah dibersihkan dengan cairan desinfektan
- Keringkan dinding yang sudah disiram cairan desinfektan.
- Lakukan pengecatan kembali dengan menggunakan cat anti jamur

7. Perkuat dinding dengan kolom praktis,sloof dan ringbalk

Sebuah struktur dinding haruslah mempunyai ikatan dan penahan beban.Untuk itu,keberadaan kolom praktis,sloof dan ringbalok sangat mutlak dalam struktur bangunan rumah.Ketiga bagian tersebut berfungsi untuk mengikat pasangan bata dan menahan atau menyalurkan beban struktur pada bangunan.Daya ikat dan pemasangan ketiga unsur struktur tersebut juga harus benar-benar kuat untuk menjamin keamanan bangunan.



Semoga Bermanfaat
Tiem Tukang Bangunan,murah,cepat dan pengalaman

konstruksi Bangunan Rumah Rederhana

 
pondasi 
pondasi merupakan bagian dari struktur yang paling bawah dan berfungsi untuk menyalurkan beban ke tanah,sehingga pondasi harus diletakkan pada tanah yang keras.kedalaman minimun untuk pembuatan pondasi adalah 60 cm. seluruh pekerjaan pasangan batu gunung ini menggunakan adukan campuran 1 semen : 4 pasir. pasangan batu gunung untuk pondasi dikerjakan setelah lapisan urug dan aanstamping selesai dipasang. pondasi juga harus mempunyai hubungan kuat dengan sloof,hal ini dapat dilakukan dengan pembuatan angker antara sloof dan pondasi dengan jarak 1 meter.

beton 
beton yang digunakan untuk beton bertulang dapat menggunakan perbandingan 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil.air yang digunakan 1/2 dari volume semen (FAS 0.5). perbandingan ini merupakan perbandingan volume. sebagai penakar dapat menggunakan peralatan yang tidak sukar dicari seperti ember atau timba. mutu yang diharapkan dapat tercapai dengan perbandingan ini adalah sekitar 150 kg/cm2

cetakan beton 
hal-hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan cetakan beton adalah :
  1. pemasangan bekisting harus kokoh dan kuat sehingga tahan terhadap getaran yang ditimbulkan pada saat pengecoran.
  2. setiap selesai pemasangan harus diteliti ulang baik kekuatan maupun bentuknya
  3. cetakan beton dibuat dari bahan yang baik sehingga mudah pada saat dilepaskan tanpa mengakibatkan kerusakan pada beton
  4. bekisting harus boleh dibuka setelah 28 hari.selama beton belum mengeras harus dilakukan perawatan dengan menyiram beton dengan air.

ukuran beton 
pada rumah sederhana sebaiknya ukuran beton sebagai berikut:
  1. sloof 15x20 cm
  2. kolom utama 15x15 cm
  3. kolom praktis 13x13 cm
  4. ringbalk 13x15 cm
  5. balok kuda2 13x15 cm

begel/sengkang 
begel atau sengkang berfungsi untuk memastikan tulangan dalam senantiasa dalam keadaan lurus (tidak melengkung) pada saat terjadi gempa. juga untuk menjaga beton tidak mengelembung (pecah) akibat gaya tarik yang terjadi. diameter minimal yang digunakan untuk
begel ini adalah 8 mm. pembengkokan (kait) begel ini harus mencapai 135 derajat dengan panjang bengkokan tidak kurang dari 10 d

dinding bata 
mortar (spesi) yang digunakan pada ikatan bata dan plesteran dapat menggunakan perbandingan 1 semen : 4 pasir,pada bagian yang memerlukan kedap air dapat digunakan 1 semen : 2 pasir. untuk menjaga ikatan antara bata dan kolom ataupun balok,maka setiap
jarak 50 cm dipasang angker dengan panjang sekitar 30 cm menggunakan besi diameter 8 mm. sebelum dipasang,batu bata tersebut harus terlebih dahulu direndam dalam air dengan tujuan agar air spesi tidak diserap oleh bata. setiap pemasangan bata harus terisi padat dengan spesi minimal 1 cm

plesteran 
sebelum diplaster seluruh permukaan dinding,kolom dan balok harus dibasahi dulu dengan air sampai mencapai keadaan jenuh.pembersihan terhadap permukaan juga harus dilakukan sebelum dilakukan plesteran.

kusen 
pada kusen harus dipasang angker yang akan ditanamkan kolom. jika bukaan akibat kusen terlalu besar,maka harus digunakan balok latei pada bagian atas kusen.karena kusen tidak sanggup menahan beban yang besar.

kuda-kuda kayu 
untuk membuat dudukan yang kuat,maka kuda-kuda kayu dipasang baut pelat besi yang sudah ditanam pada tiang/kolom. sambungan kayu merupakan bagian terlemah dari struktur kuda-kuda sehingga harus dilakukan dengan metode yang benar. untuk menghindari terjadinya
pelemahan pada saat goncangan,ikatan angin harus digunakan.

gunung-gunung 
kuda-kuda bata akan diperkuat dengan beton bertulang (ringbalk).luas dinding tidak boleh terlalu besar,sehingga penggunaan kolom tambahan sangat disarankan

sumber Departemen Pekerjaan Umum


Dak Keraton Bangunan Tahan Gempa

KERATON – Lantai Tingkat Sistem Plat Rusuk

Produk teknologi ini lahir di Eropa seratus tahun yang lalu dari negara Germanic - Belanda dan Euro Latin. Di Indonesia, produk teknologi ini masuk secara resmi melalui UNDP / UNIDO melalui proyek no. INS/74/034 pada suatu penelitian menyeluruh terhadap satu rumah contoh di PUSLITBANGKIM Cipta Karya PU tahun 1977. Pada kesempatan itu diperkenalkan tiga jenis Pelat Rusuk yaitu :
  1. Pelat rusuk dengan penggabungan pelat baja.
  2. Pelat rusuk yang menggunakan beton ringan.
  3. Pelat rusuk menggunakan bahan pengisi yang diadaptasi dari Terra Cotta – tanah liat bakar di Eropa – dikembangkan oleh Ir. Emon Sulaiman (alm.) dan H. Nasan Subagja (1977), Ir. Judadi (alm.) , Dipl. Ing. Yudiro – dengan pengembangan model (1984) dan Ir. Bambang Mursodo (1990).

Keuntungan Struktural dengan penggunaan KERATON :
Dapat digunakan pada bangunan dua sampai dengan lima lantai.
Lebih murah daripada plat beton biasa, dengan kekuatan setara.
  1. Lebih ringan dengan bobot mati antara 180 Kg/m² - 225 Kg/m², sehingga mengurangi beban bangunan secara keseluruhan.
  2. Lebih cepat pemasangannya, dan tidak membutuhkan banyak bekisting seperti pada cor beton konvensional.
  3. Ramah lingkungan dengan penggunaan kayu yang sangat sedikit.
  4. Pada saat pemasangan tidak menggangu lantai bawahnya, karena tidak memerlukan banyak bekisting seperti pada pengecoran lantai beton konvensional.
  5. Tidak memerlukan alat bantu seperti crane, sehingga dapat mengurangi biaya konstruksi.
  6. Berfungsi sebagai peredam suara dan panas.
  7. Sebagai elemen estetika, KERATON dapat di-ekspose untuk menimbulkan kesan natural pada interior rumah atau bangunan anda.
KERATON - Prinsip Bangunan Tahan Gempa

Sesuai dengan Prinsip Bangunan Tahan Gempa (Diskusi Ir. Mans Gare dan Ir. Bambang Mursodo – 28/11/2000) sebagai berikut :
  1. Karena berat sendirinya kecil, maka beban lantai menjadi lebih ringan. Artinya : memperkecil gaya gempa bumi.
  2. Bila mengalami keruntuhan, maka keruntuhan lantai tidak dalam lempengan – lempengan yang besar dan berat, akan tetapi dalam bentuk lempengan kecil yang tidak membahayakan penghuni.
  3. Telah melalui rangkaian Uji Kuat Tekan, Kuat Tarik, dan Berat Jenis yang dilakukan melalui Loading Test II No. LB / BPPU / 001 - 12 / IX / 9906.09.99.

CARA PEMASANGAN KERAMIK LANTAI DI DAK BETON

Perubahan cuaca baik di dalam maupun di luar ruangan berpotensi membuat keramik meledak.
Keramik meledak ini sering kali terjadi pada lantai di dak beton.
Peristiwa ini lebih banyak terjadi akibat kesalahan dalam pemasangan.

Suhu panas dari sinar matahari langsung mempercepat proses kerusakan tersebut.
Lantai mengeluarkan energi panas yang berakibat pada perubahan ukuran bahan (dalam hal ini keramiknya). Perubahan ukuran inilah yang membuat lantai keramik terangkap sebagaian atau keseluruhan.
Ketika sebuah benda terkena panas, otomatis ia akan memuai.
Pada lantai keramik pemuaian ini berakibat pada terangkatnya lantai keramik secara bersama-sama atau hanya beberapa bagian saja.

Seorang Arsitek, dengan teknik pemasangan yang tepat, kerusakan itu bisa dihindari. Jika dipandu dengan benar, tambahnya, 75 % terbukti berhasil.

Berikut cara pemasangan dengan teknik yang tepat, untuk menghindarkan keramik meledak:
  • Pastikan dak beton dilapisi waterproofing . Uji ketahanannya dengan merendamnya selama 3-4 hari.
  • Rendam keramik sebelum dipasang agar memiliki daya rekat dengan semen.
  • Lapisi dak beton dengan pasir setebal 2 – 3 cm. Lapisan pasir ini sebagai peredam getaran dan pemuaian.
  • Pastikan adukan semen tidak kebanyakan air. Adukan yang terlalu encer daya rekatnya kurang. Keramik yang dipasang pun tidak menempel secara menyeluruh, mengakibatkan ada bagian-bagian yang kopong.
  • Tuangkan adukan semen 1-2 cm pada bagian bawah keramik, kemudian ratakan dan tekan sampai padat. Dengan begitu, adukan tak akan lepas sewaktu keramik dibalik untuk dipasang di atas pasir.
  • Pasang keramik satu per satu, mulai dari as pintu atau tangga ke bagian tengah. Agar keramik terpasang rata, gunakan tali kenur sebagai acuan ukuran yang diikat horizontal di kedua sisi tembok. Perhatikan level permukaan keramik, kelurusan garis nat, posisi penempatannya, dan lebar nat.
  • Ketok keramik dengan hati-hati dengan palu kayu agar terpasang dengan benar, sekaligus mengatur level permukaannya.
  • Periksa lantai yang terpasang, apakah masih ada yang kopong. Antara 3-5 pemasangan yang kopong pada ruangan 3mx3m masih dalam batas toleransi. Namun jika lebih, segeralan membongkarnya sebelum semen menempel erat.
  • Setelah seluruh keramik terpasang, isilah nat dengan semen putih atau adukan semen:pasir halus 2:1 dan air secukupnya. Agar hasilnya baik, nat diisikan setelah 3-4 hari pemasangan.
  • Sebelum benar-benar kering, amankan ruangan yang baru dipasangi keramik dari injakan kaki untuk menghindari lantai jadi tak rata.